Tampilkan postingan dengan label umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label umum. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 September 2011

Kode plat nomor kendaaraan indonesia

Berikut ini adalah kode plat
nomor kendaraan di
Indonesia :
BL = Nanggroe Aceh
Darussalam
BB= Sumatera Utara Bagian
Barat (Tapanuli)
BK = Sumatera Utara
BA = Sumatera Barat
BM = Riau
BP = Kepulauan Riau
BG = Sumatera Selatan
BN = Kepulauan Bangka
Belitung
BE = Lampung
BD = Bengkulu
BH = Jambi
A= Banten, Serang,
Pandeglang, Cilegon, Lebak,
sebagian Tangerang
B= DKI Jakarta, Tangerang,
Bekasi, Depok
D= Bandung,Cimahi, Bandung
Barat
E= Cirebon, Indramayu,
Majalengka, Kuningan
F = Bogor, Cianjur, Sukabumi
T= Purwakarta, Karawang,
sebagian Bekasi, Subang
Z= Garut, Tasikmalaya,
Sumedang, Ciamis, Banjar
G= Pekalongan, Tegal,
Brebes, Batang, Pemalang
H= Semarang, Salatiga,
Kendal, Demak
K= Pati, Kudus, Jepara,
Rembang, Blora, Grobogan
R= Banyumas, Cilacap,
Purbalingga, Banjarnegara
AA= Magelang, Purworejo,
Kebumen, Temanggung,
Wonosobo
AB= Yogyakarta, Bantul,
Gunung Kidul, Sleman, Kulon
Progo
AD= Surakarta, Sukoharjo,
Boyolali, Sragen,
Karanganyar, Wonogiri,
Klaten
L = Surabaya
M= Madura, Pamekasan,
Sumenep, Sampang,
Bangkalan
N= Malang, Probolinggo,
Pasuruan, Lumajang, Batu
P= Besuki, Bondowoso,
Situbondo, Jember,
Banyuwangi
S= Bojonegoro, Mojokerto,
Tuban, Lamongan, Jombang
W = Sidoarjo, Gresik
AE= Madiun, Ngawi,
Magetan, Ponorogo, Pacitan
AG= Kediri, Blitar,
Tulungagung, Nganjuk,
Trenggalek
DK = Bali
DR = Mataram, Lombok Barat,
LombokTimur, Lombok
Tengah
EA= Sumbawa Barat,
Sumbawa, Dompu, Bima
DH= Kupang, TTU, TTS, Rote
Ndao
EB= Manggarai Barat,
Manggarai, Ngada, Ende,
Sikka, Flores Timur, Lembata,
Alor
ED= Sumba Barat, Sumba
Timur
KB = Kalimantan Barat
DA = Kalimantan Selatan
KH = Kalimantan Tengah
KT = Kalimantan Timur
DB= Manado, Tomohon,
Bitung, Bolaang Mongondow,
Minahasa
DL= Kepulauan Sangihe,
Kepulauan Talaud
DM = Gorontalo
DN = Sulawesi Tengah
DT = Sulawesi Tenggara
DD = Sulawesi Selatan
DC = Sulawesi Barat
DE = Maluku
DG = Maluku Utara
DS = Papua dan Papua Barat

Sumber : google

Kode telepon internasional

Country | Code
Afghanistan 93
Albania 355
Algeria 213
American Samoa +1-684*
Andorra 376
Angola 244
Anguilla +1-264*
Antigua +1-268*
Argentina 54
Armenia 374
Aruba 297
Ascension 247
Australia 61
Australian External Territories
672
Austria 43
Azerbaijan 994
Bahamas +1-242*
Bahrain 973
Bangladesh 880
Barbados +1-246*
Barbuda +1-268*
Belarus 375
Belgium 32
Belize 501
Benin 229
Bermuda +1-441*
Bhutan 975
Bolivia 591
Bosnia & Herzegovina 387
Botswana 267
Brazil 55
British Virgin Islands +1-284*
Brunei Darussalam 673
Bulgaria 359
Burkina Faso 226
Burundi 257
Cambodia 855
Cameroon 237
Canada 1
Cape Verde Islands 238
Cayman Islands +1-345*
Central African Republic 236
Chad 235
Chatham Island (New Zealand)
64
Chile 56
China (PRC) 86
Christmas Island 61
Cocos-Keeling Islands 61
Colombia 57
Comoros 269
Congo 242
Congo, Dem. Rep. of (Zaire)
243
Cook Islands 682
Costa Rica 506
Côte d'Ivoire (Ivory Coast) 225
Croatia 385
Cuba 53
Cuba (Guantanamo Bay) 5399
Curaçao 599
Cyprus 357
Czech Republic 420
Denmark 45
Diego Garcia 246
Djibouti 253
Dominica +1-767*
Dominican Republic +1-809*
and +1-829*
East Timor 670
Easter Island 56
Ecuador 593
Egypt 20
El Salvador 503
Ellipso (Mobile Satellite
service) 17625
EMSAT (Mobile Satellite
service) 88213
Equatorial Guinea 240
Eritrea 291
Estonia 372
Ethiopia 251
Falkland Islands (Malvinas)
500
Faroe Islands 298
Fiji Islands 679
Finland 358
France 33
French Antilles 596
French Guiana 594
French Polynesia 689
Gabonese Republic 241
Gambia 220
Georgia 995
Germany 49
Ghana 233
Gibraltar 350
Global Mobile Satellite System
(GMSS) 881
Globalstar 8818, 8819
Globalstar (Mobile Satellite
Service) 17637
Greece 30
Greenland 299
Grenada +1-473*
Guadeloupe 590
Guam +1-671*
Guantanamo Bay 5399
Guatemala 502
Guinea-Bissau 245
Guinea 224
Guyana 592
Haiti 509
Honduras 504
Hong Kong 852
Hungary 36
ICO Global (Mobile Satellite
Service) 17621
Iceland 354
India 91
Indonesia 62
Inmarsat (Atlantic Ocean -
East) 871
Inmarsat (Atlantic Ocean -
West) 874
Inmarsat (Indian Ocean) 873
Inmarsat (Pacific Ocean) 872
International Freephone
Service 800
International Shared Cost
Service (ISCS) 808
Iran 98
Iraq 964
Ireland 353
Iridium (Mobile Satellite
service) 8816
Iridium (Mobile Satellite
service) 8817
Israel 972
Italy 39
Jamaica +1-876*
Japan 81
Jordan 962
Kazakhstan 7
Kenya 254
Kiribati 686
Korea (North) 850
Korea (South) 82
Kuwait 965
Kyrgyz Republic 996
Laos 856
Latvia 371
Lebanon 961
Lesotho 266
Liberia 231
Libya 218
Liechtenstein 423
Lithuania 370
Luxembourg 352
Macao 853
Macedonia (Former Yugoslav
Rep of.) 389
Madagascar 261
Malawi 265
Malaysia 60
Maldives 960
Mali Republic 223
Malta 356
Marshall Islands 692
Martinique 596
Mauritania 222
Mauritius 230
Mayotte Island 262
Mexico 52
Micronesia, (Federal States of)
691
Midway Island +1-808*
Moldova 373
Monaco 377
Mongolia 976
Montenegro 382
Montserrat +1-664*
Morocco 212
Mozambique 258
Myanmar 95
Namibia 264
Nauru 674
Nepal 977
Netherlands 31
Netherlands Antilles 599
Nevis +1-869*
New Caledonia 687
New Zealand 64
Nicaragua 505
Niger 227
Nigeria 234
Niue 683
Norfolk Island 672
Northern Marianas Islands
+1-670*
Norway 47
Oman 968
Pakistan 92
Palau 680
Palestine 970
Panama 507
Papua New Guinea 675
Paraguay 595
Peru 51
Philippines 63
Poland 48
Portugal 351
Puerto Rico +1-787* or +1-939*
Qatar 974
Réunion Island 262
Romania 40
Russia 7
Rwandese Republic 250
St. Helena 290
St. Kitts/Nevis +1-869*
St. Lucia +1-758*
St. Pierre & Miquelon 508
St. Vincent & Grenadines
+1-784*
Samoa 685
San Marino 378
São Tomé and Principe 239
Saudi Arabia 966
Senegal 221
Serbia 381
Seychelles Republic 248
Sierra Leone 232
Singapore 65
Slovak Republic 421
Slovenia 386
Solomon Islands 677
Somali Democratic Republic
252
South Africa 27
Spain 34
Sri Lanka 94
Sudan 249
Suriname 597
Swaziland 268
Sweden 46
Switzerland 41
Syria 963
Taiwan 886
Tajikistan 992
Tanzania 255
Thailand 66
Thuraya (Mobile Satellite
service) 88216
Timor Leste 670
Togolese Republic 228
Tokelau 690
Tonga Islands 676
Trinidad & Tobago +1-868*
Tunisia 216
Turkey 90
Turkmenistan 993
Turks and Caicos Islands
+1-649*
Tuvalu 688
Uganda 256
Ukraine 380
United Arab Emirates 971
United Kingdom 44
United States of America 1
US Virgin Islands +1-340*
Universal Personal
Telecommunications (UPT) 878
Uruguay 598
Uzbekistan 998
Vanuatu 678
Vatican City 39; 379
Venezuela 58
Vietnam 84
Wake Island 808
Wallis and Futuna Islands 681
Yemen 967
Zambia 260
Zanzibar 255
Zimbabwe 263

Minggu, 25 September 2011

Janganlah menghukum anak anda !



Banyak orang tua cenderung menerapkan hukuman kala si anak nakal atau berbuat salah. Padahal, hukuman sangat merugikan anak. Nah, bagaimana sebaiknya?

Menurut penelitian, dalam sehari semalam anak mendapatkan 460 kali kritikan dari orang dewasa, termasuk di dalamnya hukuman. Sementaran pujian, cuma 70 kali dalam sehari semalam. Duh, betapa "malang"nya si kecil!

Tapi, kenapa, sih, orang tua menghukum anak? Ada dua alasan, seperti dipaparkan psikolog Ery Soekresno. Pertama, karena orang tua punya target atau standar tingkah laku untuk anaknya, "Namun ternyata standar itu tak dilakukan oleh anak." Kedua, ada tingkah laku tertentu yang ingin dihentikan oleh orang tua. "Mungkin tingkah laku itu baik, tapi karena berlebihan, jadi harus dihentikan."

Selain itu, lanjut Ery, orang tua juga sering menghukum anak karena tak punya alternatif lain untuk menghentikan suatu tingkah laku anak.

"SESUAI" KESALAHANNYA

Menurut Ery, hukuman sudah bisa diberikan sejak sedini mungkin, yakni saat anak mulai membangkang. "Misalnya, nggak mau mandi, nggak mau makan, dan sebagainya. Pokoknya, apa saja enggak! Nah, itu berarti ia sudah mulai membangkang."

Namun dalam memberi hukuman, Ery mengingatkan, haruslah disesuaikan dengan "kesalahan" si anak. Misalnya, anak asyik menonton VCD sampai lupa waktu. Nah, hukumannya adalah ia dilarang menonton lagi. "Tapi jangan langsung melarangnya nonton VCD selama 3 bulan, misalnya. Itu namanya sewenang-wenang. Cukup misalnya, kalau hari ini nonton terlalu lama maka besoknya ia tak boleh nonton lagi."

Kemudian, beri anak kesempatan. Misalnya, setelah dihukum sehari, esoknya ia diperbolehkan menonton VCD lagi namun dibatasi cuma menonton satu judul. "Kita lihat, apakah anak bisa menepati janji. Kalau ternyata enggak bisa, esoknya jangan izinkan si anak menonton lagi." Kalau besok ia bisa menepati janji, berilah bonus boleh menonton dua judul.

Yang harus diperhatikan, ujar Ery, saat memberi hukuman kita juga harus melihat diri sendiri. Maksudnya, tega apa enggak. "Kalau enggak tega, ya, jangan beri hukuman yang berat-berat. Nanti kita malah jadi enggak konsekuen." Akibatnya, kita bisa dijadikan bulan-bulanan oleh anak. Celaka, kan!

Sering terjadi, kita suka mengancam anak, "Awas, kalau Kakak nakal lagi, nanti Bunda pergi." Tapi sering pula ancaman tersebut tak kita lakukan. Nah, cara seperti ini, menurut Ery, akan membuat anak memandang rendah ancaman. "Ah, paling Bunda cuma ngomong doang," begitu pikir si anak. "Jangan salah, lo, kemampuan anak untuk mengobservasi gerak tubuh dan mimik orang tua sangat tajam," kata Ery yang tak setuju orang tua menerapkan ancaman.

Jadi, tandas Ery, kalau memang kita sedang marah, ya, marahlah beneran. Jangan kita marah tapi muka tersenyum. Sebaliknya, jangan pula kita bilang sayang tapi nyubit atau memukul. "Itu, kan, nggak sinkron. Orang tua harus belajar membedakan antara marah dan sayang."

Yang tak kalah penting, tambah Ery, jangan pernah memberi label jika ada tingkah laku anak yang tak sesuai. "Orang tua harus memisahkan tingkah laku dan pelakunya. Tapi yang terjadi, kadang orang tua tak sadar dan membenci pelakunya."

DISIPLIN

Sebenarnya Ery lebih setuju kita menerapkan konsekuensi ketimbang hukuman. Sebab, konsekuensi berkaitan dengan disiplin, tak demikian halnya dengan hukuman. "Orang tua sering menyamakan kedua hal ini, padahal sebenarnya berbeda sekali. Hukuman adalah kontrol dari luar, sedangkan disiplin adalah kontrol dari anaknya sendiri," terangnya.

Disiplin atau disciple dalam bahasa Latin berarti belajar. Jadi, disiplin memberikan pelajaran kepada anak tentang bagaimana bertingkah laku yang seharusnya. "Dalam disiplin ada aturan, komunikasi dan penguat positif. Kalau aturan dijalankan dengan baik, anak akan mendapat hadiah. Misalnya, dipuji, dipeluk dan sebagainya, yang bisa memperkuat tingkah laku baik si anak." Sebaliknya, bila anak tak menjalankan aturan, ia akan mendapat konsekuensi.

Dengan disiplin, kita juga sekaligus menyatakan harapan kita kepada anak. "Biasanya anak akan merasa nyaman, tenang, dan damai, karena ia tahu apa yang diharapkan oleh orang tuanya." Misalnya, "Bunda ingin Kakak membereskan mainan setelah bermain." Atau sebelum bertamu ke rumah orang, kita bisa bilang, "Kita akan bertamu di rumah orang. Kalau belum dipersilakan, Kakak enggak boleh mengambil makanannya dulu, ya."

Disiplin harus diterapkan sejak dini dengan memperkenalkan beberapa aturan. Misalnya, melarang anak menyentuh stop kontak. "Tapi untuk anak yang masih dini, sebaiknya ruanganlah yang didisiplinkan," ujar Ery. Maksudnya, kita harus menciptakan lingkungan yang aman buat anak. Misalnya, kalau kita ingin vas bunga tak dipecahkan oleh anak, maka pindahkan vas tersebut ke tempat yang lebih aman. "Daripada orang tua bolak-balik bilang jangan ke anak."

Lain halnya pada anak yang lebih besar, orang tua harus mulai memberi aturan. Misalnya, "Kakak tak boleh memukul Adik karena dipukul itu sakit. Konsekuensinya, kalau Kakak memukul Adik berarti Kakak harus bermain sendiri." Atau, anak melempar mainannya, katakan, "Tidak boleh melempar-lempar mainan, karena mainan bisa rusak. Kalau Kakak melempar lagi, akan Mama ambil mainan itu untuk disimpan."

Jadi, tandas Ery, kita harus selalu berada dalam posisi membantu anak untuk bertingkah laku baik. "Jangan langsung memberi hukuman. Tapi ajarkan sebab-akibatnya, bahwa kalau ia bertingkah laku tertentu maka konsekuensinya begini."

KONSEP DIRI NEGATIF

Hukuman, terang Ery, hanya memberi tahu anak tentang kesalahannya tapi tak memberi tahu bagaimana ia seharusnya bertingkah laku. "Anak hanya tahu bahwa ia salah, tapi setelah itu so what, lalu apa? Ia tak diajarkan harus bagaimana."

Apalagi jika anak sampai diberi hukuman fisik yang juga disertai kata-kata menyakitkan. "Itu bisa membuatnya sakit hati, merasa direndahkan dan tak diberi kesempatan untuk memperbaiki tingkah lakunya." Biasanya anak akan tumbuh menjadi pendendam lantaran ia tak pernah didengar dan dihargai. "Mereka juga cenderung tak bisa menyelesaikan masalah dengan baik tapi dengan hukuman juga."

Yang lebih parah, hukuman dapat merusak konsep diri anak. "Anak jadi memiliki konsep diri negatif sehingga membuatnya tak percaya diri. Bawaannya takut melulu, enggak berani tampil, takut salah, dan sebagainya. Ia merasa bahwa yang ia miliki adalah kejelekan. Ia tak bisa menemukan aspek positif dari dirinya," papar Ery.

Ery mengingatkan, usia 3 sampai sekitar 6 tahun merupakan usia pembentukan (formative years) dan biasa disebut sebagai masa keemasan (golden years) seorang anak. "Masa ini tak mungkin terulang," tukasnya. Nah, bila di masa ini anak sering dihukum berarti ia banyak dilarang. Otomatis, kebutuhan anak untuk menjelajah, berinisiatif dan memupuk rasa ingin tahu menjadi terhambat. "Anak jadi tak punya inisiatif dan tak punya pendirian."

Dampak lainnya, anak menjadi conform, selalu berpendapat sama dengan orang lain. "Ia takut berbeda dengan orang lain. Karena kalau berbeda, ia takut diomeli." Disamping, potensi anak tak terealisir. "Anak jadi tak kreatif. Ia akan takut mencoba karena sudah penuh dengan ancaman."

POPULER DI KALANGAN TEMAN

Lain halnya dengan disiplin, anak akan tahu apa konsekuensi dari tingkah lakunya. "Sehingga anak akan selalu memandang bahwa berbuat baik itu menyenangkan dan berbuat tak baik itu tak menyenangkan," bilang Ery.

Merujuk data penelitian, orang tua yang banyak melatih anak dengan batasan-batasan dan konsekuensi, biasanya akan memiliki anak yang lebih populer di kalangan teman-temannya. "Karena mereka tahu apa yang harus mereka kerjakan, kontrol dirinya bagus, tak mudah diombang-ambingkan orang."

Anak-anak yang demikian, lanjut Ery, memiliki prinsip dan biasanya kelak menjadi pemimpin. "Mereka tahu bahwa mereka punya kelebihan tapi juga punya kekurangan. Berbeda dengan anak-anak yang sering dihukum, tahunya cuma dirinya jelek saja."

Akhirnya Ery menyarankan kita agar mencoba untuk lebih sabar dan lembut dalam menghadapi anak. "Ini memang susah. Tapi ingatlah, kesabaran kita akan berbuah bahwa anak kita juga akan menjadi orang yang sabar."

Anak adalah "potret" orang tua. Iya, kan!

Hasto Prianggoro (www.parenting.co.id)