Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 September 2011

Penyakit cacar, menyerang sekali seumur hidup?

Suatu hari teman sekantor yang sudah ijin sakit beberapa hari, masuk dan saya kaget ketika melihat di wajah dan tangannya ada bercak2 hitam, ternyata dia habis terkena cacar air. Saya tadinya heran juga kok sudah 'bangkotan' :D masih kena cacar air! Memang kata dia semenjak lahir belum pernah terkena penyakit ini. Nah gara-gara kejadian itu, saya jadi tertarik untuk mencari info tentang seputar penyakit cacar, penyebab dan cara pengobatannya, terus apakah hanya menyerang sekali seumur hidup?!
Setelah saya googling beberapa saat ternyata banyak sekali artikel mengenai penyakit itu, dan salah satunya saya copas dari www.infopenyakit.com seperti berikut ini :

Penyakit Cacar atau yang
disebut sebagai 'Herpes' oleh
kalangan medis adalah
penyakit radang kulit yang
ditandai dengan pembentukan
gelembung-gelembung berisi
air secara berkelompok.
Penyakit Cacar atau Herpes ini
ada 2 macam golongan,
Herpes Genetalis dan Herpes
Zoster.

Herpes Genetalis adalah
infeksi atau peradangan
(gelembung lecet) pada kulit
terutama dibagian kelamin
(vagina, penis, termasuk
dipintu dubur/anus serta
pantat dan pangkal paha/
selangkangan) yang
disebabkan virus herpes
simplex (VHS), Sedangkan
Herpes Zoster atau dengan
nama lain 'shingles' adalah
infeksi kulit yang disebabkan
oleh virus varicella-zoster
yang menimbulkan gelembung
cairan hampir pada bagian
seluruh tubuh.
Herpes zoster juga dikatakan
penyakit infeksi pada kulit
yang merupakan lanjutan dari
pada chickenpox (cacar air)
karena virus yang menyerang
adalah sama, Hanya terdapat
perbedaan dengan cacar air.
Herpes zoster memiliki ciri
cacar gelembung yang lebih
besar dan berkelompok pada
bagian tertentu di badan, bisa
di bagian punggung, dahi atau
dada.

Cara Penularan Penyakit
Cacar (Herpes)
Secara umum, seluruh jenis
penyakit herpes dapat
menular melalui kontak
langsung. Namun pada herpes
zoster, seperti yang terjadi
pada penyakit cacar
(chickenpox), proses
penularan bisa melalui bersin,
batuk, pakaian yang tercemar
dan sentuhan ke atas
gelembung/lepuh yang pecah.
Pada penyakit Herpes
Genitalis (genetalia),
penularan terjadi melalui
prilaku sex. Sehingga penyakit
Herpes genetalis ini kadang
diderita dibagian mulut akibat
oral sex. Gejalanya akan
timbul dalam masa 7-21 hari
setelah seseorang mengalami
kontak (terserang) virus
varicella-zoster.
Seseorang yang pernah
mengalami cacar air dan
kemudian sembuh,
sebenarnya virus tidak 100%
hilang dari dalam tubuhnya,
melainkan bersembunyi di
dalam sel ganglion dorsalis
sistem saraf sensoris
penderita. Ketika daya tahan
tubuh (Immun) melemah, virus
akan kembali menyerang
dalam bentuk Herpes zoster
dimana gejala yang
ditimbulkan sama dengan
penyakit cacar air
(chickenpox). Bagi seseorang
yang belum pernah
mengalami cacar air, apabila
terserang virus varicella-
zoster maka tidak langsung
mengalami penyakit herpes
zoster akan tetapi mengalami
cacar air terlebih dahulu.
Tanda dan Gejala Penyakit
Cacar (Herpes)
Tanda dan gejala yang timbul
akibat serangan virus herpes
secara umum adalah demam,
menggigil, sesak napas, nyeri
dipersendian atau pegal di
satu bagian rubuh, munculnya
bintik kemerahan pada kulit
yang akhirnya membentuk
sebuah gelembung cair.
Keluhan lain yang kadang
dirasakan penderita adalah
sakit perut.

Penanganan dan Pengobatan
Penyakit Cacar (Herpes)
Pada penderita penyakit cacar
hal yang terpenting adalah
menjaga gelembung cairan
tidak pecah agar tidak
meninggalkan bekas dan
menjadi jalan masuk bagi
kuman lain (infeksi sekunder),
antara lain dengan pemberian
bedak talek yang membantu
melicinkan kulit. Penderita
apabila tidak tahan dengan
kondisi hawa dingin dianjurkan
untuk tidak mandi, karena
bisa menimbulkan shock.

Obat-obatan yang diberikan
pada penderita penyakit cacar
ditujukan untuk mengurangi
keluhan gejala yang ada
seperti nyeri dan demam,
misalnya diberikan
paracetamol. Pemberian
Acyclovir tablet (Desciclovir,
famciclovir, valacyclovir, dan
penciclovir) sebagai antiviral
bertujuan untuk mengurangi
demam, nyeri, komplikasi
serta melindungi seseorang
dari ketidakmampuan daya
tahan tubuh melawan virus
herpes. Sebaiknya pemberian
obat Acyclovir saat timbulnya
rasa nyeri atau rasa panas
membakar pada kulit, tidak
perlu menunggu munculnya
gelembung cairan (blisters).

Pada kondisi serius dimana
daya tahan tubuh sesorang
sangat lemah, penderita
penyakit cacar (herpes)
sebaiknya mendapatkan
pengobatan terapy infus (IV)
Acyclovir. Sebagai upaya
pencegahan sebaiknya
seseorang mendapatkan
imunisasi vaksin varisela
zoster. Pada anak sehat usia 1
- 12 tahun diberikan satu kali.
Imunisasi dapat diberikan
satu kali lagi pada masa
pubertas untuk memantapkan
kekebalan menjadi 60% - 80%.
Setelah itu, untuk
menyempurnakannya, berikan
imunisasi sekali lagi saat
dewasa. Kekebalan yang
didapat ini bisa bertahan
sampai 10 tahun.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda.

Selasa, 20 September 2011

Air liur obat luka


Saya mempunyai ilmu yang unik yang ingin saya bagikan kepada anda. Ilmu ini saya dapatkan dari seorang guru sewaktu masih SD (Sekolah Dasar), seingatku beliau memberi ajaran itu pada suatu sore saat beliau menjadi kakak pembina dalam kegiatan Pramuka. Tadinya saya juga tidak percaya akan hal itu, tapi kenyataannya ilmu itu sudah saya praktekan hingga sekarang, sudah hampir 30 tahun dan berhasil. Walau secara ilmiah saya belum tahu dapat dibuktikan atau tidak.
Ilmu itu adalah bahwa ternyata 'Air liur manusia dapat menjadi obat penyembuh luka'. Dan menurut guru saya itu, bukan asal air liur atau air ludah saja, tetapi yang paling berkhasiat yakni air liur yang ada dibawah lidah. Jadi cara menggunakannya adalah tekuk lidah kita keatas menyentuh langit2 mulut, lalu dengan jari (yang sudah bersih tentunya) ambil air liur yang ada dibawah lidah itu dan segera oleskan pada bagian yang terjadi luka. Tetapi pesan dari guru saya itu 'air liur ini sebaiknya jangan dioleskan untuk luka di sekitar wajah' (saya pernah mencoba dan memang agak sedikit pusing meskipun setelah itu tidak terjadi apa2). Memang hal ini terkesan jorok dan agak menjijikkan tapi menurut pengalaman saya efeknya cukup manjur. Cara itu sangat berguna apabila tiba2 kita terkena luka akibat tergores, tersayat pisau, lecet karena terjatuh atau yang lain, dan pada waktu yang sama tidak ada kotak P3K atau obat merah didekat kita, anda cukup membuka mulut, tekuk lidah, ambil air liur dengan jari dan oleskan pada luka. Berdasarkan pengalaman saya, justru air liur lebih cepat menghentikan pendarahan dan cepat membuat luka kita mengering / sembuh. Namun sekali lagi secara medis saya belum bisa membuktikan kandungan zat dan efek dari air liur tersebut. Saya tidak menyarankan kepada anda untuk menggunakan cara ini, saya hanya ingin berbagi pengalaman saja. Semoga ini bermanfaat bagi anda.

Senin, 19 September 2011

Biang keringat dan tepung sagu


Duh..panasnya, begitulah kira2 komentar istri saya waktu beberapa tahun yang lalu saya ajak dari kampung dan tinggal di Jakarta dengan membawa si buah hati, anak pertama kami tercinta yang saat itu kira2 berumur 4 bulan.
Jakarta memang terkenal dengan suhunya yang cukup panas, mungkin karena banyaknya gedung2 tinggi berkaca dan letak geografisnya yang dekat dengan laut. Bagi yang sudah lama tinggal di ibukota kemungkinan tidak akan begitu berpengaruh tapi bagi para pendatang dari kampung (yang umumnya suhu udaranya tidak sepanas Jakarta) tentu sedikit banyak akan mengeluh.
AC (Air Conditioner) atau pendingin ruangan adalah salah satu solusi utama mengatasi hawa gerah tsb, tapi tentu itu hanya berlaku bagi kalangan yang mampu saja, untuk kalangan menengah ke bawah, kipas angin bisa jadi merupakan pilihan terbaik, meski hal itupun kadang tidak mampu mengusir hawa gerah yang membakar tubuh.
Kembali ke cerita saya.., karena hawa gerah tersebut (terutama di malam hari) akhirnya berakibat juga pada si mungil buah hati kami, mulailah disekujur tubuhnya terutama di dahi, belakang telinga, leher dan punggung, timbul bintik-bintik merah berair yang tak lain adalah biang keringat, hal itu membuat bayi saya rewel, tidak mau tidur, karena rasa gatal akibat biang keringat tersebut.
Sayapun membeli obat di apotik dan dioleskan ke bagian2 yang timbul biang kringat tsb, hasilnya memang penyakitnya mulai hilang, tetapi tak lama hari berikutnya mulai timbul lagi.
Kemudian entah darimana dapat info, istri saya berinisiatif menggunakan cara tradisional, iapun membeli tepung sagu, masukkan beberapa sendok tepung kedalam mangkok lalu campurkan sedikit air sampai agak cair dan tidak terlalu kental, lalu mulai dioleskan ke bagian yang timbul biang kringat, beberapa saat kemudian anak saya terlihat nyenyak tidurnya, karena bedak sagu tsb memang terasa sejuk dikulit, dan beberapa hari kemudian Alhamdulillah biang keringatnya pun sembuh, yang lebih senang penyakit itu sudah jarang kambuh lagi. Memang saat di oleskan akan terlihat belang2 putih ditubuh dan berbau agak asem, jadi sebaiknya gunakan pada malam hari menjelang si kecil tidur.

Penyakit maag dan ubi jalar

Penyakit maag adalah penyakit yang umum diderita oleh banyak orang, faktor penyebabnya antara lain pola makan yang tidak teratur, terlalu banyak minum kopi, minuman yang asam2 juga karena pikiran stress.
Saya sendiri mulai terkena penyakit tsb semenjak bekerja di perantuan, mungkin karena pekerjaan yang menumpuk membuat pikiran stress ditambah pola makan yang tidak baik, apalagi waktu itu saya gemar sekali minum kopi, sehari bisa 3 - 4 kali.
Sangat menyakitkan waktu pertama kali saya merasakan maag kambuh, perut rasanya seperti ditusuk2 pisau, duduk sakit, berbaringpun sakit, rasanya seperti mau pingsan saja, malah waktu itu saya sempat berpikir apakah saya kena santet.
Untunglah teman saya tanggap ia langsung pergi ke apotik dan memberikan saya obat, memang tidak langsung sembuh, tapi lambat laun rasa sakit itu mereda.
Semenjak itu penyakit maag saya kadang2 suka kambuh walaupun tidak terlalu sering, tapi cukup mengganggu. Berbagai obat pun saya coba, memang menyembuhkan pada saat penyakit itu menyerang, tapi diwaktu lain kambuh lagi.
Hingga suatu saat saya mendapat informasi dari teman, untuk mengkonsumsi ubi jalar. Sayapun segera menyuruh istri saya ke pasar membeli ubi jalar, setelah itu ubi jalar direbus hingga matang, dan saya makan begitu saja. Dalam jangka waktu kurang lebih seminggu saya makan ubi jalar tsb tiap hari, sebaiknya pagi2 sebelum di isi makanan yang lain. Alhamdulillah sejak saat itu penyakit maag saya tidak kambuh lagi hingga sekarang. Mungkin bagi teman2 yang punya penyakit yang sama, dapat mencobanya, insya allah tidak akan kumat lagi, tapi tentu saja harus dibarengi dengan pola makan yang baik dan hindari stress.